Tinggalkan komentar

Karantina Ikan KOI

Salah satu saat paling kritis dalam memeilhara KOI adalah ketika kita membeli ikan baru dan memasukan nya ke kolam. “Kenapa ko dibilang kritis ?”, karena ikan baru sangat potensial membawa bakteri penyebab penyakit ke kolam KOI anda. Anda pasti ga mau dong, ikan di kolam Anda, apalagi udah lama anda pelihara, jadi sakit gara-gara ikan baru yang bawa bakteri.

Nah, salah satu cara agar ikan KOI yang baru dibeli ngga menularkan bakteri ke ikan di kolam utama adalah dengan cara karantina. Karantina adalah menempatkan ikan baru di tempat yang terpisah dari kolam KOI utama Anda. Dengan memisahkan ikan baru diharapkan Anda bisa benar-benar yakin bahwa ikan baru tersebut sudah sehat, terbebas dari bakteri sebelum memasukkan ikan tersebut ke kolam utama.

DSC03559

Kesalahan yang terjadi pada umumnya pemula KOI adalah tidak layak nya tempat karantina ikan KOI baru ini. Saya seringkali menemukan pehobi KOI pemula menyimpan KOI baru di ember atau jolang dengan hanya diberi aerator. Lalu mereka bilang “saya sedang karantina ikan KOI baru di ember”. Yang terjadi adalah ikan tersebut berpotensi mati karena kondisi air yang tidak layak apalagi hanya ditempatkan di ember.

“Ikan sehat pun bisa jadi sakit kalo kondisi tempat karantina nya tidak layak..”

Fasilitas Karantina Ikan KOI

Memang banyak versi tentang cara karantina, namun disini akan saya share berdasarkan pengalaman saya memelihara KOI dan dari literature. Bak karantina ikan KOI yang layak perlu memiliki volume air yang cukup, kualitas air yang terjaga dan oksigen yang cukup.

Bak Karantina

Idealnya bak yang dipakai untuk karantina adalah bak fiber dengan panjang 80 cm atau lebih. Namun demikian kadang pehobi KOI terbatas lahan dan bak yang tersedia. Jika lahan atau budget Anda terbatas untuk bak yang cukup besar, ya apa boleh buat, pakai saja jolang besar atau pinjam kolam karet tempat main anak Anda. Namun Anda perlu perhatikan jumlah ikan KOI yang di karantina, jangan sampai terlalu padat.

Foto008

Sistem Filter Bak Karantina KOI

Saat karantina kualitas air kolam harus tetap baik untuk ikan hidup. Kadar oksigen di air kolam juga harus terjaga. Untuk itu bak karantina Anda perlu dilengkapi dengan filter kolam. Tentu saja filter kolam ini tidak perlu besar dan berfungsi seperti filter di kolam utama. Tempat sampah dengan tinggi 50 – 70 cm bisa dipakai untuk filter bak karantina. Sistem filter yang disarakan adalah sistem filter yang dikenal dengan istilah “Filter Tong Biru”. Nah cara membuat dan cara kerja filter ini bisa dilihat di link berikut: Cara Membuat Filter Tong Biru
Media filter yang disarankan untuk filter bak karantina ini adalah potongan dakron (ukuran 5 x 10 cm). Tidak usah pakai media filter chemical (seperti karbon atau zeolit) , juga nggak usah pakai media biologis (seperti bioball atau Japmat), karena kita nggak akan menumbuhkan bakteri pengurai di filter ini.

filter karantina

Contoh Bak dan Filter Untuk Karantina Ikan KOI

Pompa yang digunakan juga perlu diperhatikan. Jangan sampai terlalu kecil, hal ini akan mengakibatkan kandungan oksigen di kolam kurang. Untuk bak dengan diagonal 80 cm, disarankan menggunakan pompa minimal 35 watt (perlu diingat ini estimasi saja, ya).

Prosedur Karantina Ikan KOI

Setelah fasilitas karantina tersedia, ada prosedur yang perlu dilakukan tergantung kondisi ikan KOI baru yang Anda beli. Anda bisa menganggap ikan KOI baru sakit, sehingga perlu diobati, atau Anda menganggap bahwa ikan tersebut terlihat sehat, namun Anda ingin memastikan bahwa KOI tersebut sehat.

Karantina Dengan Garam

Anda sendiri deh yang milih mau karantina pake garam atau pake obat. Keduanya sama-sama berfungsi sebagai antibiotik, yaitu membunuh atau menekan pertumbuhan bakteri. Bedanya garam bersifat lebih ringan dibanding obat antibiotik yang keras seperti tetracyclin atau teramycin. Kalo Anda kira ikan tersebut ga terkena bakteri, maka Anda boleh memilih untuk karantina dengan garam. Karantina dengan garam juga direkomendasikan untuk ikan KOI yang baru saja diangkat dari mudpond (empang). Dosis dan cara pakai garam secara khusus dibahas di artikel berikut ini: Dosis dan Cara Pakai Garam Untuk Ikan KOI

Ikan KOI dikarantina di bak dengan kadar garam 3-5 kg/m3 selama 1-2 minggu. Selama masa karantina, ikan ga dikasi makan, atau kalo anda ga tega ya dikasi makan 2 hari sekali dengan porsi makan 1/4-1/10 porsi makan biasa. Tenang aja, ikan KOI ga apa-apa gak makan selama seminggu juga, masih aman.

Karantina Dengan Obat-obatan

Prosedur karantina ini sebetulnya sama dengan prosedur pengobatan apabila ikan diindikasikan terjangkit penyakit. Artinya bakteri telah menyebar dan menyebabkan infeksi pada ikan KOI. Untuk karantina dengan obat, obat yang dipakai biasanya Tetracyclin, Teramycin, Oxitertacyclin, atau Dimilin. Untuk dosis dan cara pakai saya tidak jelaskan di sini karena obat tersebut tergolong antibiotik keras, peredaran nya dibatasi, meski demikian ada di apotek atau kalo mau di toko akuarium juga kadang ada.

*kalo memang pengen tau dosis yang saya pake, boleh saya share secara personal email aja ke: solusikolam@yahoo.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: